BolehSAJA.net

3 Sep 2014

Skala Guttman

Posted on: 12 Comments

Oleh:

M. Jainuri, M.Pd

skala guttmanSkala Guttman dikembangkan oleh Louis Guttman. Skala Guttman disebut juga dengan Scalogram atau analisis skala (Scale Analysis). Louis Guttman mengembangkan skala ini untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh Likert dan Thurstone. Di samping itu, skala Guttman mempunyai asumsi menurut Babbie (Sukardi, 2011:149) bahwa dasar dari fakta di mana beberapa item di bawah pertimbangan yang harus dibuktikan menjadi petunjuk kuat satu variabel dibanding variabel lainnya.

 Skala Guttman memiliki beberapa ciri penting, yaitu:

  • Skala Guttman merupakan skala komulatif. Jika seseorang responden mengiyakan pertanyaan atau pernyataan yang berbobot lebih berat, maka ia juga akan mengiyakan pertanyaan atau pernyataan yang kurang berbobot lainya.
  • Skala Guttman mengukur satu dimensi saja dari suatu variabel yang multidimensi, sehingga skala ini mempunyai sifat unidimensional.

 Tujuan utama pembuatan skala Guttman pada prinsipnya untuk menentukan jika sikap yang diteliti benar-benar mencakup berdimensi tunggal. Sikap dikatakan berdimensi tunggal bila sikap tersebut menghasilkan skala komulatif. Sebagai misal, jika seorang responden yang setuju terhadap item 2, maka ia berarti juga setuju terhadap item 1. Jika seorang responden yang setuju dengan item 3, maka juga ia setuju dengan item 2 dan 1, demikian seterusnya.

 Skala Guttman merupakan skala yang digunakan untuk memperoleh jawaban dari responden yang bersifat jelas (tegas) dan konsisten. Kata-kata yang digunakan, misalnya: ya – tidak, benar – salah, positif – negatif, yakin – tidak yakin dan sebagainya. Data yang diperoleh berupa data interval atau rasio dikotomi (dua alternatif pilihan). Pada skala Guttman hanya mempunyai dua skor, misal pada sikap yang mendukung sesuai dengan pertanyaan atau pernyataan diberi skor 1 dan sikap yang tidak mendukung sesuai dengan pertanyaan atau pernyataan diberi skor 0.

 Contoh penggunaan skala Guttman:

a.  Yakin atau tidakkah anda, pergantian presiden akan memberikan kemakmuran yang merata pada rakyat:

  1. Yakin
  2. Tidak yakin

b.  Apa komentar anda, jika Jokowi menjadi presiden Indonesia?

  1. Setuju
  2. Tidak

c.  Koalisi dengan banyak partai akan memberikan efek positif bagi pemerintahan.

  1. Yakin
  2. Tidak yakin

Contoh penggunaan skala Guttman dalam bentuk cheklist:

a.  Anda punya orang tua?

  1. Ya                       (1)
  2. Tidak                   (0)

b.  Anda sudah menikah?

Semoga bermanfaat.

  1. Sudah                  (1)
  2. Belum                 (0)

c.  Anda punya Kartu Tanda Penduduk?

  1. Punya                  (1)
  2. Tidak                   (0)

 

Semoga bermanfaat.

Jen Kelana

Jen Kelana adalah nama pena dari Muhammad Jainuri, S.Pd., M.Pd, Lahir di Nganjuk (Jatim), besar di Sumut dan Jambi. Menulis puisi, cerpen, feature, esai, artikel, dan karya ilimiah. Puisi dan cerpennya terangkum dalam antologi tunggal dan bersama. Sebagian karyanya dipublikasikan di media massa dan media digital. Hobby elektronik, hardware, software, komputer dan web develover di samping menekuni bidang matematika, statistika, dan penelitian pendidikan. Aktifitas sebagai kuli di STKIP YPM Bangko.

More About: Jen Kelana

Jen Kelana adalah nama pena dari Muhammad Jainuri, S.Pd., M.Pd, Lahir di Nganjuk (Jatim), besar di Sumut dan Jambi. Menulis puisi, cerpen, feature, esai, artikel, dan karya ilimiah. Puisi dan cerpennya terangkum dalam antologi tunggal dan bersama. Sebagian karyanya dipublikasikan di media massa dan media digital. Hobby elektronik, hardware, software, komputer dan web develover di samping menekuni bidang matematika, statistika, dan penelitian pendidikan. Aktifitas sebagai kuli di STKIP YPM Bangko.
View More Posts By Jen Kelana
Posted on: 03/09/2014 | Tags: , , , , , |

12 Responses

  1. mahdi says:

    mau tanya, kalau skala guttman ini dipakai untuk penelitian kuantitatif saja….
    atau bisa dipakai untuk penelitian kualitatif?

  2. Jen Kelana says:

    Bisa keduanya, perlu diperhatikan jenis instrumenya.

  3. aribowo says:

    Menurut saya, skala guttmam tdk untuk mengukur fakta benda spt contoh anda… Misalnya: anda punya KTP?
    A. YA
    B. TDK.
    pertanyaan tsb tdk bisa menggunakan skala guttman. Krn bersifat fakta, bukan persepsional.

  4. olivia says:

    pak mau tanya dong kalau pakai gutman misalnya pertanyaannya ada 10, skornya bisa nggak 2 untuk jawaban benar dan 1 untuk jawaban salah?

  5. Sofi says:

    Selamat pagi bpk, sy sofi mau bertanya adakah bisa jika pembagian skor bg skala guttman itu ada 1, 0 sama minus 1. Jadi untuk setiap pernyataan positif, yaitu Ya = 1 dan Tidak = 0, sedangkan untuk setiap penyataan negatif, yaitu Ya = 0 dan Tidak = 1 manakala jika tidak tahu adalah 0. Terima kasih sebelumnya bpk.

  6. ANDI says:

    selamat siang pak, saya mau Tanya untuk pengukuran menggunakan skala guttman, rumusnya bisa di peroleh di buku yang mana ya pak atau alat website yang terpercaya?
    terimkasih

  7. eca says:

    terima kasih atas tulisannya pak,
    pak,apakah pengkategorian skala gutman hanya dengan dua bentuk kategori, 50%-50% pak?
    apakah skala gutman bisa dibuat menjadi 3 buah kategori pak, seperti rendah, sedang dan baik pak…?
    mohon penjelasannya pak
    salam hormat saya,
    terima kasih pak

  8. Dela says:

    Utk skala gutman, bagaimana kita mengukur reabilitasnya??

  9. Dela says:

    Utk skala gutman, bagaimana kita mengukur reabilitasnya??

  10. Aripurnomo Kartohardjono says:

    terima kasih, tulisan yang dapat memberi pencerahan . . . .salam

Leave a Reply


Slideshow

Boleh Arsip

Mungkin sahabat ingin juga membaca:close