MEMPRASASTI TAKDIR

Sajak-sajak Jen Kelanamothers-day-2014-indonesia-4828325029609472-hp

Untuk: Ibu

Ibu,
dalam dekap cinta purba
aku senantiasa memuja
meski pada duka luka selalu saja memberi bara
menyalahidupkan gairah di dada
hingga senja

Ibu,
seperti matahari engkau selalu menyinari
menitikkan aksara sejak dini
menyalin takdir menjadi untaian misteri
lalu memprasasti saksi
pada hati

Ibu,
aku selalu tergugu kaku
manakala senja itu
menutup ramadhan di depan tungku
seraya berucap
“Le, harimu senantiasa kaku, bisu dan biru
maka makilah aku saat kau terganggu
aku tak sanggup memberimu melebihi biru
dan tak perlu kau mengingat semu
yang aku goreskan di takdirmu”

Ibu,
mataku selalu gerimis giris
hatiku selalu miris teriris
saat engkau mestinya merenda bahagia
bercengkerama bersama keluarga
mengisi senja hari tua
tapi engkau masih menari bergelut duka

Ah Ibu,
apa yang bisa kuberikan
hanya sekedar memekarkan senyummu
akupun tak mampu
untai maaf selalu menghalimbubu
sepenggal doa semoga kekal untukmu
senantiasa kupuisikan dalam malamku
selalu

Sei Putih, 22 Desember 2014

Catatan:
Le (Jawa): sebutan sayang untuk anak laki-laki

Jen Kelana

Jen Kelana adalah nama pena dari Muhammad Jainuri, S.Pd., M.Pd, Lahir di Nganjuk (Jatim), besar di Sumut dan Jambi. Menulis puisi, cerpen, feature, esai, artikel, dan karya ilimiah. Puisi dan cerpennya terangkum dalam antologi tunggal dan bersama. Sebagian karyanya dipublikasikan di media massa dan media digital. Hobby elektronik, hardware, software, komputer dan web develover di samping menekuni bidang matematika, statistika, dan penelitian pendidikan. Aktifitas sebagai kuli di STKIP YPM Bangko.

Add Comment