Jen Kelana: NKDA#4-Dedikasi

Gelisah Ini, Pasti !
               bagi: dees rohayati
 
Pasti,
tidaklah mati gempita prenjak di sawitmu
aku hanya mengusik berkata aku datang
mengabarkan
aku ingin mengukir prasasti disini
diantara batu menghiasi jalanmu
mengguratkan aksara merangkai makna
tentang sebuah perjalanan
 
Pasti,
tidak terkontaminasi angin di angkasamu
aku hanya meneguk sedikit berharap kau berderma
memberiku
aku ingin mengalir air disini
diantara likuliku Sungai Putihmu
melukisi tanggul meraup mimpi
tentang sebuah kedamaian
 
Pasti,
sekian jejak, sekian wajah
melampaui batas riwayatku
semua kaku. Bertabur deru menghalimbubu
menyaput tabir gelap di mendungku
memupus hapus buram lukisan berdebu
tentang sebuah perjalanan kedamaian
 
Pasti,
melengkapi pujipuji akan dewanaku
aku takhbiskan nawaitu
: Gelisah ini, Pasti !
 
Sungai Sahut – Sungai Putih 24.35, 18 November 2001
 
 
 
Menyisir Senja Sungai Putih
                        : dees rohayati
 
Menguak oranye senja
menampar muka cercah teja masih nyala
membius. Anasir hati mengalir
pada langkah menyapa istanamu
bergelung wangi bebukitan
berjeruji ilalang membungkus gersang
sepertiku.
 
Mengangguk pada jentera
menyusuri kerikil beraroma debu
kuikuti petunjuk abstrakmu
berliku.
Ketika tandamu layu
berkata naluriku memaksa bertanya
“Keponakan, Bapak !“ katanya
melaju bersama senyum tergugu
memahami makna sebuah tanya
tentangmu
 
Gelisah memupus hapus keraguan
terpapar pada serpihan angin berdesir
yang gemulai menuntunku
menapaki sisa matahari pada warna hijau
mengupak mata
menatap lahap damai terbina
dalam kebisuanku tertegun menyapa
aku jengah
“Kau ingkari janji !“ katamu
kubuang mataku pada anggun wajahmu
kucari jawab
bercandakah. Sekilas terpetik luruh
hatimu dalam terjal ngurah yang latah
aku melingkari bening ruhku
pada keagungan tak tersisa dirimu
 
Sungai Putih-Bangko, 15 November 2001
 
 
Melahirkan Rindu Kemarin
          : dees rohayati
 
 
Kubangan ini tidak terlalu dalam
tapi sanggup tenggelamkan keindahan
pada ceruk hatiku, De !
 
Bias rindu menghiasi kelir kita hingga
terpancar silhuet Aprodhite di altarku
adalah nyanyi bergetar mendayu
semoga singgah di mimpimu
hatiku, De !
 
Seperti stepa berguguran diterpa musim
aku hanya musafir
berkelana menggumuli bentara
adalah sebuah serpihan sekelumit nadi
mengiringi perjalananku
menembus dimensi waktumu
Ketika seberapa jengkal estetikaku merayu
tergapailah rasa ini hingga
melaut definisi menerjemahkan setiap
aliran nafasku hanyalah rindu
kepadamu, De !
 
Maka,
jika cinta menebar memasung gelisahku
tidak lagi aku mampu
berlari dari pesonamu
 
 
Bangko, Maret 2002
 

Jen Kelana

Jen Kelana adalah nama pena dari Muhammad Jainuri, S.Pd., M.Pd, Lahir di Nganjuk (Jatim), besar di Sumut dan Jambi. Menulis puisi, cerpen, feature, esai, artikel, dan karya ilimiah. Puisi dan cerpennya terangkum dalam antologi tunggal dan bersama. Sebagian karyanya dipublikasikan di media massa dan media digital. Hobby elektronik, hardware, software, komputer dan web develover di samping menekuni bidang matematika, statistika, dan penelitian pendidikan. Aktifitas sebagai kuli di STKIP YPM Bangko.

2 thoughts on “Jen Kelana: NKDA#4-Dedikasi

  1. udah mantap pak jen walau belum semua karya masuk ke dalam. terutama karya terbaru pak jen. aku suatu saat juga akan mengikuti jejak sesepuh dalam hal media elektronik.

Add Comment