Jen Kelana: NKDA #3

Atas Kehadiranmu
     untuk keponakanku: Ardian Eka Wardhana
 
 
Pak Puh, Pak Puh !
dalam igau kecil menggeragap
pada katakata belum lagi sempurna
berlari kecil mengitari bilik tidurku
 
Pak Puh, Pak Puh !
aku menahan sesak di buntalan hati
atas kehadiran sosok perkasa
yang mengatasnamakan cinta
dia lahir memberi damai yang terburai
menjadi rajutan sutera emas
memancarkan korona pada selasela kegelapan
membiaskan percik kerinduan
dalam ketermanguan bundaku
 
Pak Puh, Pak Puh !
aku terjerembab menangisi ketidakberdayaanku
haruskah melilit di pinggangmu galurgalur derita
pada ketiak masehi
tercatat dirimu di antaraku dan pengembara itu
datang memerangi kegundahan yang panjang
berperang
bersama helaan nafas
memburu. Dengus tersendat
meratap dinding keangkuhan belantara harihari
terjal
denyut nadi setitik gemeritik
menelanjangi pusaran halilintar
menderu bersama gugusan kilat menyambar
bergemuruh
badai gurun menyingkap ceritacerita tentang
duka lara. Perjuangannya
pada cacah yang entah keberapa
kau menangis menggapai pekatnya persada
 
Pak Puh, Pak Puh !
aku tiupkan warna pada cercah kerinduan dalam pelukku
kupagut dalam dukung lemahku
terbit keharuan akan kasih yang terpingit diam
berabad lalu
kau lingkarkan mungil pelukmu di pundakku
kau sandarkan lemah dengan sadar kecilmu
ada janji di kedalaman hati
“Mekarlah sayangku, Pak Puh berjuang demimu !“
 
 
Sungai Sahut, 30  Oktober 2001
 

Jen Kelana

Jen Kelana adalah nama pena dari Muhammad Jainuri, S.Pd., M.Pd, Lahir di Nganjuk (Jatim), besar di Sumut dan Jambi. Menulis puisi, cerpen, feature, esai, artikel, dan karya ilimiah. Puisi dan cerpennya terangkum dalam antologi tunggal dan bersama. Sebagian karyanya dipublikasikan di media massa dan media digital. Hobby elektronik, hardware, software, komputer dan web develover di samping menekuni bidang matematika, statistika, dan penelitian pendidikan. Aktifitas sebagai kuli di STKIP YPM Bangko.

Add Comment