Hikayat Atuk Maamun

:Annas Maamun*source: wisbenbae.blogspot.com

 

Membaca riwayatmu, Atuk

seperti hari cerah yang tiba-tiba kelam

meninggalkan catatan buram

silsilah yang kau pahatkan

pada kening-kening sesanak pinak

 

Mengurai hikayatmu, Atuk

seperti menggali hitam pekat

menjadi guru kemudian birokrat

lalu menancapkan kuasa

hingga njelma dinasti menggurita

kemudian kata-kata binal amoral kerap terujar

pelecehan seksual acap tersiar

bahkan cerca tak menjadikanmu jera

dan limpahan harta entah dari mana

mengalir sekenanya

hingga menggunung njelma istana

setiap sisi yang kau lirik

selalu merembeskan pundi-pundi

dari mana lagi jika tidak dari korupsi

 

Menelisik ceritamu, Atuk

seumpama kerdip pelita diselimuti jelaga

penuh duka luka menyisakan kesat masa tua

tercatat lekat namamu di ensiklopegila koruptor

menjadi horor sebenar-benar hilang pamor

dan kau sambut ajal di penjara sunyi kotor

 

2015

 

*Gubernur Riau nonaktif (2014 – 2019)

Jen Kelana

Jen Kelana adalah nama pena dari Muhammad Jainuri, S.Pd., M.Pd, Lahir di Nganjuk (Jatim), besar di Sumut dan Jambi. Menulis puisi, cerpen, feature, esai, artikel, dan karya ilimiah. Puisi dan cerpennya terangkum dalam antologi tunggal dan bersama. Sebagian karyanya dipublikasikan di media massa dan media digital. Hobby elektronik, hardware, software, komputer dan web develover di samping menekuni bidang matematika, statistika, dan penelitian pendidikan. Aktifitas sebagai kuli di STKIP YPM Bangko.

Add Comment