BolehSAJA.net

Archives for Puisi

Sajak Tentang Hujan

0

Jen Kelana Irama itu selalu saja kurindukan menyapa daun-daun luruh menguning berselimut pekat asap dan menyusup batu-batu jejalan penuh debu lalu menyirami setiap hati yang tabah seakan menjawab harap wajah-wajah tengadah pasrah

Posted in Puisi, Sastra | No Comments »

Fragmen Senja Kemarau

0

Senja ini kemarau memuncak dari jauh buah sawit berlompatan berebut tempat memenuhi truk itu di sela daun-daun ubi jari tangan-tangan memainkan tojok meliukpukau serupa perempuan menari menaja karya sang begawan dangdut koplo senantiasa mengisi hari-hari berdebu menyalahidupkan lagi periuk-periuk berjelaga yang sekian lama terbaring kering sembari mengembara penat lagu masa depan

Posted in Puisi, Sastra | No Comments »

Suatu Siang Bulan September

0

Terik matahari tengah hari menyapa handuk di jemuran rombeng, emper rumah bernaung rindang pohon pisang bersama angin siang dari belakang rumah denting lonceng di leher sapi mengurai suara tanpa irama sementara transistor tua melagu nostalgia masa lalu

Posted in Puisi, Sastra | No Comments »

Antologi Puisi Memo untuk Wakil Rakyat

0

Melihat kinerja DPR yang melempem, dan ketidakberdayaan DPR untuk mengutamakan kepentingan rakyat, maka para penyair berdemonstrasi dengan kata-kata. Inilah awal perjuangan untuk mengkritisi dan menyuarakan pikiran dan perasaannya terhadap kedudukan, kinerja, dan spirit anggota DPR yang selama ini memble. Gerakan yang digagas Mas Sosiawan Leak ini meloloskan 134 penyair Indonesia bergabung melahirkan antologi puisi MEMO […]

Posted in Esay Sastra, Event Sastra, Puisi, Sastra | No Comments »

Kupuisikan Pekik Merdeka

0

Sajak: Jen Kelana bagi: Indonesia Kupuisikan pekik merdeka pada reranting keluhkesah dan daun-daun tinggal tulangnya lantas terban menyisakan gelisah resah atas nama kebebasan

Posted in Puisi, Sastra | No Comments »

Aku Tak Memilihmu

0

Sajak: Jen Kelana   Wahai, anggota dewan terhormat, kuminta pergi saja dari gedung rakyat jangan cuma menyaru menjadi wakil rakyat tersebab ulahmu selalu membuat sekarat kapan peduli tentang rakyat jika setiap saat berpikir tentang syarat   Beruntung aku tak pernah memilihmu lantaran setiap pemilu aku tak pernah mau sekedar menuju bilik semu itu karena aku […]

Posted in Puisi, Sastra | No Comments »

NARASI LELAKI RENTA

0

Surau tua memanggil panggil bersama serak parau adzan mengusik malam sementara aku berjibaku dengan pertentangan masa-masa kelam yang membelam lalu tanpa sapa meluruk ngejar surga sembari memintal lapadz basmalah menapaki leliku pematang pada cahaya pelita   Lelaki renta menghiba iba bersama sengau iqomah mengusik kalam sementara aku terpaku kaku tidak juga mengambil tempatmu padahal santri-santri […]

Posted in Puisi, Sastra | No Comments »

Slideshow

Boleh Arsip

Mungkin sahabat ingin juga membaca:close