Sajak: Jen Kelana   Wahai, anggota dewan terhormat, kuminta pergi saja dari gedung rakyat jangan cuma menyaru menjadi wakil rakyat tersebab ulahmu selalu membuat sekarat kapan peduli tentang rakyat jika…

Surau tua memanggil panggil bersama serak parau adzan mengusik malam sementara aku berjibaku dengan pertentangan masa-masa kelam yang membelam lalu tanpa sapa meluruk ngejar surga sembari memintal lapadz basmalah menapaki…

Di gedung megah itu kerap kudengar tentang anggota dewan yang terhormat baru saja terpilih sudah menuntut pamrih perkara baju baru yang berharga “saru” dan pin emas berlambang garuda yang harganya…

Kumulai lagi membaca rangkaian riwayat purbawi yang tersekat di kepala Malam gelisah basah mengurai lafadz basmalah menjadi berkeping-keping air mata Syahdu khusuk tengadah memenggal-menggal doa menjadi bulir-bulir surga

Sajak: Jen Kelana   Pasar pagi ini menyala raut-raut penuh amarah menelan perbincangan menghambur-hamburkan kata sekenanya sumpah serapah bersimaharajalela entah untuk siapa