BolehSAJA.net

Archives for Cerpen

Sirene

0

Cerpen: Jen Kelana Perempuan setengah umur itu mematung di kursi malas, sambal matanya tak lepas memandang lalu lalang kendaraan yang melintas di depan rumahnya. Pandangannya kosong. Sebentar-sebentar tangannya meraba dada. Kadang ada kerut di dahinya menahan sesak yang menghimpitnya. Sudah tiga kali ini ibu mengeluh dada kirinya sakit dalam sehari ini. Biasanya aku hanya mendengar […]



Posted in Cerpen, Sastra | No Comments »

Bingkai

0

Cerpen: Jen Kelana Malam jatuh. Hitam menyelimuti hamparan angkasa. Kepak kelelawar terdengar di atas pohon talok yang menaungi kamar pondokkanku. Angin menyibak kain gorden menyingkap paha-paha mulus jendela. Kelam. Semakin hitam ketika titik air mulai merasuki telingaku melalui suara seng yang menyeruak simponi monoton. Kusimak deru angin bercampur hujan, seperti mantra-mantra liar yang sengaja ditebarkan […]



Posted in Cerpen, Sastra | No Comments »

Cerpen: Mimikri (1)

0

GELAP. Tiba-tiba pekat menyergapku. Aku tak tahu, kenapa pandanganku menjadi terganggu, padahal beberapa detik yang lalu mataku masih awas menguliti deskripsi kehidupan yang terpampang di depanku. Berjejal manusia melaut. Mengais rejeki dengan caranya masing-masing. Saling berebut mangsa dan tidak memikirkan bahwa diantara mereka juga ada aku. Makhluk sepertiku, misalnya. Sisa hangatnya matahari kurasakan menyelimuti diriku, […]



Posted in Cerpen | No Comments »

Cerpen: Suatu Waktu

0

Jen kelana Jerit kesakitan tak sempat melangit. Tersangkut pada serupa dinding pekat, gelap dan hitam di keempat sisinya. Atap datar juga hitam. Hanya bisa mendengar sendiri. Di luar ? Tidak berbeda. Tidak ada siang dan malam. Di manakah ? Entahlah ! Hembusan anginpun tidak ada. Air ? Apalagi ! Tapi ? Pertanyaan lain tiba- tiba […]



Posted in Cerpen | No Comments »

Cerpen: Kisruh

0

Jen Kelana Hening. Panas menguap meledak-ledak. Di atas kepala-kepala berkerudung sejenis penutup transparan dan berair yang bertumpah ruah di dasar sebuah danau. Kering kerontang. Hanya terlihat bertitik-titik butiran air berkilauan memancarkan spektrum bianglala matahari. Gumaman panjang bercampur desah keluhan keluar dari mulut-mulut berair itu. Walau panas menyengat menghanguskan kulit-kulit mereka, namun mereka tetap saja berdiri […]



Posted in Cerpen | No Comments »

Slideshow

Boleh Arsip

Mungkin sahabat ingin juga membaca:close