Cerpen: Jen Kelana Perempuan setengah umur itu mematung di kursi malas, sambal matanya tak lepas memandang lalu lalang kendaraan yang melintas di depan rumahnya. Pandangannya kosong. Sebentar-sebentar tangannya meraba dada.…

Cerpen: Jen Kelana Malam jatuh. Hitam menyelimuti hamparan angkasa. Kepak kelelawar terdengar di atas pohon talok yang menaungi kamar pondokkanku. Angin menyibak kain gorden menyingkap paha-paha mulus jendela. Kelam. Semakin…

GELAP. Tiba-tiba pekat menyergapku. Aku tak tahu, kenapa pandanganku menjadi terganggu, padahal beberapa detik yang lalu mataku masih awas menguliti deskripsi kehidupan yang terpampang di depanku. Berjejal manusia melaut. Mengais…

Jen kelana Jerit kesakitan tak sempat melangit. Tersangkut pada serupa dinding pekat, gelap dan hitam di keempat sisinya. Atap datar juga hitam. Hanya bisa mendengar sendiri. Di luar ? Tidak…

Jen Kelana Hening. Panas menguap meledak-ledak. Di atas kepala-kepala berkerudung sejenis penutup transparan dan berair yang bertumpah ruah di dasar sebuah danau. Kering kerontang. Hanya terlihat bertitik-titik butiran air berkilauan…