Jen Kelana Irama itu selalu saja kurindukan menyapa daun-daun luruh menguning berselimut pekat asap dan menyusup batu-batu jejalan penuh debu lalu menyirami setiap hati yang tabah seakan menjawab harap wajah-wajah…

Senja ini kemarau memuncak dari jauh buah sawit berlompatan berebut tempat memenuhi truk itu di sela daun-daun ubi jari tangan-tangan memainkan tojok meliukpukau serupa perempuan menari menaja karya sang begawan…

Terik matahari tengah hari menyapa handuk di jemuran rombeng, emper rumah bernaung rindang pohon pisang bersama angin siang dari belakang rumah denting lonceng di leher sapi mengurai suara tanpa irama…

Melihat kinerja DPR yang melempem, dan ketidakberdayaan DPR untuk mengutamakan kepentingan rakyat, maka para penyair berdemonstrasi dengan kata-kata. Inilah awal perjuangan untuk mengkritisi dan menyuarakan pikiran dan perasaannya terhadap kedudukan,…