Aku Tak Memilihmu

Sajak: Jen Kelana

 

Wahai, anggota dewan terhormat,

kuminta pergi saja dari gedung rakyat

jangan cuma menyaru menjadi wakil rakyat

tersebab ulahmu selalu membuat sekarat

kapan peduli tentang rakyat

jika setiap saat berpikir tentang syarat

 

Beruntung aku tak pernah memilihmu

lantaran setiap pemilu aku tak pernah mau

sekedar menuju bilik semu itu

karena aku tahu memilihmu juga tak mampu

menghindarkanmu menjadi asu

 

Mana Fahri Hamzah yang ngaku wakil rakyat

orang pulau yang singgah ke kota itu

orang pulau yang bangga jadi wakil ketua dewan itu

yang hanya bisa berkoar “sinting”

yang hanya bisa mengobral kata “bodoh”

jangan-jangan suap telah membentuk karakternya

jangan-jangan wajah penuh wibawa cuma kamuflasenya

hingga hanya mampu berteriak: mandat saya dari rakyat!

rakyat mana: hanya kelompok dan golongannya saja

sementara rakyat benar-benar melarat

 

Mana Fadli Zon yang menyaru wakil rakyat itu

orang budaya yang rajin mencela masalah yang sia-sia

orang sastra yang lupa memilah-pilah kata

yang hanya bisa nyinyir dengan puisi-puisinya

yang hanya bisa nyengir dengan hujatan-hujatannya

jangan-jangan sastra dikadali jadi amunisi

jangan-jangan budaya dimanipulasi jadi ambisi pribadi

hingga hanya mampu berteriak: mandat saya dari rakyat!

rakyat mana: hanya kelompok dan golongannya saja

sementara rakyat benar-benar melarat

 

Mana, 560 anggota dewan itu

semua sekaratkah?

 

2015

Jen Kelana

Jen Kelana adalah nama pena dari Muhammad Jainuri, S.Pd., M.Pd, Lahir di Nganjuk (Jatim), besar di Sumut dan Jambi. Menulis puisi, cerpen, feature, esai, artikel, dan karya ilimiah. Puisi dan cerpennya terangkum dalam antologi tunggal dan bersama. Sebagian karyanya dipublikasikan di media massa dan media digital. Hobby elektronik, hardware, software, komputer dan web develover di samping menekuni bidang matematika, statistika, dan penelitian pendidikan. Aktifitas sebagai kuli di STKIP YPM Bangko.

Add Comment