SPSS: Analisis Data Asosiatif

7Analisis data asosiatif merupakan alat statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis asosiatif/hubungan, disebut juga dengan teknik korelasi. Teknik korelasi merupakan teknik statistik yang digunakan untuk menguji ada/tidaknya hubungan dan arah dari dua variabel atau lebih. Besar kecilnya hubungan antar variabel dinyatakan dalam bilangan yang disebut koefisien korelasi (lambang: r, rxy atau ρ). Besarnya koefisien korelasi antara – 1 s/d +1. Korelasi sempurna jika besarnya koefisien korelasi adalah -1 atau +1. Jika koefisien korelasinya 0 atau mendekati 0, maka dianggap tidak ada hubungan antar variabel yang diuji.

 1.        Korelasi Sederhana Pearson

 Digunakan apabila skala data variabel yang dihubungkan berbentuk data interval dan rasio, berdistribusi normal serta mempunyai hubungan linear. Digunakan untuk dua variabel, satu variabel bebas (X) dan satu variabel terikat (Y).

 Contoh :

Penelitian dengan judul: “Hubungan Intensitas Belajar dengan Hasil Belajar Mata Kuliah Statistik Inferensial”. Variabel X adalah Intensitas belajar (diukur dari lamanya belajar dalam satu Minggu) dan variabel Y adalah hasil belajar Statistik Inferensial (diukur dari nilai ujian semester). Diperoleh data sebagai berikut:

Mahasiswa

Intensitas Belajar

Hasil Belajar

1

50

75

2

45

60

3

55

85

4

65

85

5

43

70

6

60

80

7

56

90

8

50

80

9

42

65

10

50

65

 Langkah-langkah uji korelasi dengan SPSS sebagai berikut:

Selengkapnya KLIK DI SINI.

Jen Kelana

Jen Kelana adalah nama pena dari Muhammad Jainuri, S.Pd., M.Pd, Lahir di Nganjuk (Jatim), besar di Sumut dan Jambi. Menulis puisi, cerpen, feature, esai, artikel, dan karya ilimiah. Puisi dan cerpennya terangkum dalam antologi tunggal dan bersama. Sebagian karyanya dipublikasikan di media massa dan media digital. Hobby elektronik, hardware, software, komputer dan web develover di samping menekuni bidang matematika, statistika, dan penelitian pendidikan. Aktifitas sebagai kuli di STKIP YPM Bangko.

Add Comment